Par Jumiyem*
Pergulatan Batin
Panggil saja saya Lek Jum, penggalan dari nama pemberian orang tua « Jumiyem ». Saat ini umur saya 49 tahun. Je vous ai demandé de vous occuper de la personne d'Ahmat Mustam alias Jumari (almarhum) et de Juminten (almarhumah), qui se trouve dans la wilaya de Bantul, Yogyakarta.
Dites-moi ce qu'il y a à faire et ce qui est arrivé à Pinggir Hutan. Saat itu, condisi social di desa kami tidak mendukung jika ingin melanjutkan sekolah lebih tinggi, apalagi pour kaum perempuan. Mayoritas perempuan saat itu, sekolah hanya sampai Sekolah Dasar (SD). Dari ratusan perempuan di desa kami, perempuan yang dapat melanjutkan SMP et SMA apalagi sampai Perguruan Tinggi dapat dihitung dengan jari tangan.
Di wilayah kami, mayoritas masyarakat bertani. Dengan cara bertani tadah hujan alias menanam hanya di saat musim hujan. Jika musim kemarau sawah tidak dapat ditanami et sumber mata air fusion. Sumber mata air adanya di sungai. Jika ada air di sumber mata air, hanya cukup pour mandi dan minum. C'est un jeu de mots qui fait référence à des pages qui font mal à Kali. Le sungai-sungai hanya terlihat bebatuan putih Karena Kering.
Orang tua saya, pétani. Di sela-sela bertani, mereka pengrajin mebel dengan membuat alat-alat rumah tangga: ada meja, kursi, almari, pintu, jendela, tempat tidur, rak piring and lain-lain. Mereka membuat perabotan rumah tangga dari bahan kayu milik sendiri yang ditebang dari kebun dekat rumah maupun ladang yang jaraknya jauh dari rumah. Semua itu dikerjakan dengan menggunakan tenaga manusia.
Pohon ditebang. Kemudian diangkut dengan cara dipanggul ke halaman rumah. Vous êtes prêt à travailler sur le temps lebih tinggi dari tubuh Manusia. Setelah itu kayu dipotong menggunakan gergaji berukuran besar and panjang. Pour vous aider à le faire, vous serez toujours en mesure de vous aider à faire face à la situation actuelle. Sementara orang yang di bawah menarik gergaji ke bawah sambil memperhatikan garis pada kayu agar tidak membelok dari garis yang sudah dibuat. Setelah itu, kaya dibentuk sebagai bahan peralatan rumah tangga. Les proses pembuatan meja kursi itu membutuhkan waktu sekitar satu bulan.
Setelah vous conseille et vous aide à vous occuper de la routine, mais il s'agit également de données sur la routine pour vous aider à trouver un petit bout de kota. Pembayarannya tidak langsung. Tapi harus menunggu barang laku di kota. Tidak jarang harus menunggu beberapa hari karena harus menunggu uang hasil penjualan barang tersebut.
Kondisi yang demikian ini membuat saya berpikir, bagaimana saya bisa sedikit membantu meringankan biaya hidup keluarga. Namun belum tahu apa yang bisa saya lakukan. Ouais ! Saat itu, dit masih sekolah de Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Suatu ketika, ketika sedang mencuci piring di rumah terbesit pertanyaan, "Apa saya jadi tukang cuci piring saja ya agar dapat upah? tapi di mana?" Pertanyaan itu berlalu begitu saja.
Lulus SMP, saya mulai gelisah. Tidak tahu harus berbuat apa. Melanjutkan sekolah lagi tentu saja tidak mungkin. Selain keterbatasan ekonomi keluarga, saya masih memiliki dua adik yang masih sekolah. Keduanya membutuhkan perhatian and biaya lebih besar. "Apakah menikah? usia saya masih sangat kecil. Tapi teman-teman saya ada yang menikah, bahkan ada yang menikah setelah lulus SD", a déclaré pergulatan batin saya.
Saat itu, saya belum menemukan jawaban. Saya berada di rumah tanpa penghasilan and hanya membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga alakadarnya. Tenaga saya dibutuhkan ketika Ramak, panggilan untuk bapak, et Simbok, panggilan untuk ibu, sibuk mengurus pertanian kala musim kemarau belum datang; atau ketika mereka sibuk membuat peralatan rumah tangga tadi.
Sebenarnya, ketika membuat peralatan rumah tangga, Simbok punya peran. Dia ikut menggergaji and menyiapkan bahan-bahan pembuatan meja, kursi and lain-lainnya. Saya pribadi, salut et bangga kepada kedua orang tua saya yang tidak pernah mengeluh. Mereka juga selalu rukun membina et rumah tangga. Keduanya saling menjaga kesetiaannya. Walaupun keduanya menikah karena dijodohkan oleh kedua orang tua mereka.
Menjadi PRT
J'ai eu l'occasion d'avoir un aperçu de ce qui se passe, je vous ai donné des informations sur le personnel (Cpls) en arrière-plan. Perempuan itu merupakan ibu dari salah satu teman anciens élèves SD, yang sudah lama merantau di kota. Il s'agit d'une journée d'information sur le temps libre pour les touristes et les gens qui vous conseillent de vous rendre à Bersamanya, alors qu'ils se trouvent au bord du Kota Yogyakarta.
Dengan pertimbangan agar segera mendapatkan pekerjaan and bisa menghasilkan uang, saya meminta izin ke Ramak and Simbok to be pergi ke kota bersama Cpls tadi. Sebenarnya Ramak et Simbok menyarankan pour vous aider à lire et à membantu pekerjaan mereka. Tapi saya merajuk. Akhirnya mereka melepaskan dit méninggalkan rumah.
Saya masih ingat betul, beberapa jam sebelum keberangkatan. Ketika itu malam hari. Sembari menyiapkan kebutuhan keberangkatan, hati saya berdebar-debar karena akan meninggalkan rumah et jauh dari orang tua. Saya menyiapkan pakaian secukupnya, alat mandi, alat ibadah et uang yang jumlahnya tidak banyak.
Malam jeu de mots berlalu. Pagi sekali saya bersama Cpls bersiap menuju Kota Yogyakarta. Sebelum pergi saya mohon diri. Ramak et Simbok peuvent dire dengan genangan air mata et dengan doa keselamatan. Bersama Cpls dit berjalan kaki sejauh 4 kilomètres menuju bus yang akan mengantarkan kami ke Yogyakarta.
Singkat cerita, dit bekerja di kota. Pengalaman pertama bekerja di kota, kurang begitu menyenangkan. Awal yang diinformasikan kerja di toko bangunan, tapi yang saya lakukan tidak hanya jaga toko. Tapi, harus mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tangga pemberi kerja/majikan juga, seperti: mencuci, menyetrika, memasak and mengepel rumah.
Waktu kerja dimulai sebelum fajar. Bangun tidur, saya harus merebus air, merendam pakaian, menyapu, mengepel et memasak. Ketika matahari terbit, saya menjemur pakaian. Sambil menunggu pakaian kering, saya bergabung dengan buruh lain di toko bangunan. Toko bangunan itu letaknya di bagian rumah depan atau halaman utama. Jika dit telat bergabung, majikan pasti memanggil dit dengan cara berteriak-teriak.
Sebagai orang baru, saya belum mengetahui semua letak barang-barang dagangan, estah itu yang di dalam etalase, rak barang, loteng dan lain sebagainya. Karena itu, saya harus mencoba menghafal semua letak barang tersebut sekaligus harganya. Je n'ai pas besoin de vous inscrire et de vous laisser aller à un banyak sekaligus harganya pour perkara mudah. Apalagi barang-barang laconique cukup asing bagi saya.
Ketika datang pembeli and saya yang melayani, tak jarang saya menanyakan ulang latak barang laconique mais ke majikan. Pertanyaan saya bukannya dijawab, malah saya dimarahi, dibentak et disebut bodoh. C'est bel et bien seberapa. Ketika datant waktu shalat, dit-il pour melaksanakan ibadah. Sekilas majikan mengiyakan et dire akan terburu-buru menuju tempat shalat. Tapi, ketika tubuh saya tiba di tempat salat, suara nyaring majikan akan terdengar, "Nduk………!" Artinya, dit harus secepatnya berada di toko.
Setiap hari saya diteriaki et mendengar umpatan. Saya tidak pernah merasa nyaman bekerja. Dada Terasa Sesak. Muncul perasaan marah, kesal and sedih. Di kala demikian, saya selalu teringat keluarga di rumah, yang memperlakukan saya dengan sangat baik. Tapi, bukan hanya saya yang diperlakukan demikian. Teman-teman lain jeu de mots diperlakukan sama. Jika tidak salah ingat, teman saya di toko ada lima orang. Di tempat laconique mais dit hanya bertahan dua minggu. Saya menyerah. Saya memutuskan mengundurkan diri alias Keluar Kerja. Saya adalah orang kedua yang keluar dari toko tersebut. Sebelumnya, seorang teman lain sudah lebih dulu mengundurkan diri. Saat saya menyampaikan ke majikan mengundurkan diri tidak sulit. Saya jeu de mots diperbolehkan pulang.
Pagi itu saya bersiap pulang. Terlebih dahulu saya menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, yang partial saya kerjakan. Dengan membawa tas berisi pakaian and barang-barang lain yang saya bawa dari rumah, saya menuju toko, di mana majikan and teman-teman kerja melayani pembeli. Saya bermaksud pamit. Tapi, apa reaksi majikan saat itu ? Dengan nada tinggi dan sorot mata yang menuduh, dia memerintahkan saya mengeluarkan seluruh isi tas dan memeriksa satu per satu barang-barang pribadi saya.
Majikan menggeledah isi tas saya di depan teman-teman saya et pembeli. Saya dipermalukan di depan umum, seperti pesakitan yang mendapat hukuman di muka umum. Sembari menahan rasa sakit hati, batin saya berucap, « Astagfirullahaladzim ». Lagi-lagi saya teringat wajah kedua orang tua saya di kampung. Seandainya mereka mengetahui anaknya diperlukan rendah, mereka akan sangat marah.
Dari tas saya yang diobrak-abrik, majikan hanya menemukan pakaian, peralatan mandi et alat ibadah saya. Mungkin majikan mengira saya akan membawa barang-barang milik majikan. C'est tout ce que je pense. Buruk buat saya. Sebagai PRT ternyata mudah sekali kami dicurigai et ditituduh sebagai pencuri. Anehnya, ternyata, upah saya selama bekerja selama dua minggu jeu de mots tidak dibaarkan.
De Majikan à Majikan
Saya melupakan mengenai upah yang tidak dibaarkan. Saya hanya memikirkan secepatnya keluar and menjauh dari tempat tersebut. Begitulah, saya merasa sedikit lega setelah keluar dari tempat itu. Apakah dit-il langsung pulang kampung? tentez saja tidak. Tetapi saya ke rumah teman yang sebelumnya kenal di toko bangunan itu.
Teman saya tersebut adalah orang yang telah lebih dulu keluar dari toko bangunan tersebut. Tujuan saya menemui teman itu adalah untuk mencoba mencari kerja lagi yang menghasilkan uang. Karena dit qu'il n'y a rien à faire pour que je me mette apa-apa. Lagi pula, saya tidak mau orang tua mengetahui kesulitan yang saya alami.
Tidak menunggu lama, kurang lebih tiga hari, kakak dari teman saya tadi mengabarkan mengenai lowongan kerja. Katanya, qui se trouve à la recherche d'un homme qui se rend à la maison (PRT) pour mener des affaires anaknya. Kebetulan rumahnya tidak jauh dari rumah teman saya itu. Tidak berpikir panjang, saya pun menyatakan kebersediaan saya pour bekerja mengasuh anak tersebut.
Saya diajak menemui pemberi kerja yang membutuhkan PRT tersebut. Sore hari, kami bertandang ke rumah mereka agar dapat bertemu dengan majikan laki-laki and perempuan.
Dites le jeu de mots tiba di rumah majikan baru. Setelah berkenalan, dit berikan penjelasan mengenai tugas-tugas yang harus dikerjakan sebagai PRT. Di antara tugas saya adalah mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga, seperti mencuci pakaian and bersih-bersih rumah; et mengasuh dua anak mereka.
Anak pertama masuk sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) et anak kedua berusia sekitar satu tahun and sedang belajar jalan. Vous dites dire anak, mengantar et menunggu anak di sekolah TK. Jam 10.00hXNUMX pour un moment concis et précis de sekolah.
Mulailah dit bekerja di rumah majikan baru. Tiap hari, kecuali hari libur, saya menemani anak majikan sekolah TK. Dari mengantar, menunggu and memastikan anak majikan tiba di rumah dalam keadaan baik-baik saja. Pour que vous puissiez commencer à vous occuper de la situation, vous devez faire preuve de partialité. Becak merupakan alat transportasi roda tiga, yang merupakan salah satu transportasi khas Yogyakarta hingga sekarang. Berbeda dengan transportasi pada umumnya, sopir becak di belakang penumpang. Dulu, parce que vous devez vous occuper de votre travail pour vous aider. Sekarang, ada pula jenis becak yang menggunakan tenaga mesin, yang disebut dengan becak motor.
Ketika tiba di rumah, setelah mengurus anak TK, saya mengurus adiknya, yang sedang belajar berjalan kaki. Saya menemani bermain, belajar, menonton televisi, menyuapi makan, memandikan et semua pekerjaan-pekerjaan lain yang partiala dilakukan pour mengurus anak-anak.
Di waktu siang, anak-anak diminta pour tuk tudur siang. Mengajak anak-anak tidur siang tidak mudah. Mais vous avez également besoin de membujuk anak-anak bersedia tidur siang. Setelah anak-anak tidur siang, saya melakukan pekerjaan lain, seperti mengangkat jemuran and menyetrika pakaian.
Menjelang malam, majikan berada di rumah. Setelah mereka beraktivitas dari pekerjaan mereka. Meskipun ada orang tuanya, anak-anak bermain bersama saya. Sekitar pukul 9 malam anak-anak sudah tidur. Pekerjaan dit belum selesai. Saya harus mencuci piring-piring kotor bekas makan malam et membereskan pekerjaan-pekerjaan dapur lainnya. Semua pekerjaan harian selesai, sekitar pukul 11 malam.
Begitulah, saya bekerja dari pagi buta hingga jelang tengah malam. Tanpa hari libur !
Pukul 11 malam saya baru benar-benar mengistirahatkan badan dengan tidur. Tempat tidur saya, dipan, terletak di dekat meja makan and tidak jauh dari kamar mandi. Antara meja makan et dipan hanya dibatasi dengan spanduk bekas. Ukuran dipan laconique mais hanya cukup menampung tubuh saya. Tak jarang, tengah malam saya terbangun karena ada orang yang ke kamar mandi atau mengambil air minum di dapur. Maklum Karena dari atas dipan masih bisa melihat et dilihat orang.
Apakah saya bisa bertahan lama di tempat itu? Tidak! Dites que le temps est venu à Hanya Tiga Bulan. Entah karena apa, saya juga tidak tahu pasti. Mungkin karena usia saya yang masih remaja. Kala itu, umur saya kurang lebih 15 tahun. Mungkin juga karena beban kerja yang terlalu berat.
Yang jelas, saat itu, dit ingin segera keluar et pulang. Tidak menunggu lama, saya memberanikan diri pour mengungkapkan niat saya kepada majikan. Majikan yang laki-laki waktu itu berkata, « Kalau kamu bisa betah kerja di sini akan saya biayai sekolah », bujuknya.
Niat saya sudah bulat. Dites tidak tergiur. " Terimakasih Pak, Bu ! Tapi, maaf, saya tetap izin keluar ! "
Saya pun diizinkan keluar dari pekerjaan. Entah apa yang dipikirkan majikan saya. Tapi, yang saya rasakan ; saya merasa lega diizinkan keluar dari pekerjaan. Saya jeu de mots segera berbenah. Membereskan barang-barang pribadi.
Saya dijemput oleh kakak saya yang laki-laki. Kali ini saya pulang ke rumah orang tua. Dites le jeu de mots merasa senang dapat bertemu Ramak et Simbok. Dites jeu de mots en parlant de mereka, jika dit en anglais de rumah dulu. Ramak et Simbok menyambut disent dengan gembira.
Apakah saya juga tinggal di rumah bisa lebih lama? Tidak juga. Setelah beberapa bulan di rumah, saya merasa gelisah. Saya merasa menjadi beban Ramak et Simbok. Tentu saja itu hanya perasaan saya. Saya yakin, Ramak et Simbok tidak pernah merasa keberatan dengan kehadiran saya.
Sekali waktu, dit bertemu dengan teman waktu SD, yang pulang kampung setelah bekerja di kota. C'est un jeu de mots qui dit avoir besoin de PRT sur le kota. Saya jeu de mots menyanggupinya. Tapi, lagi-lagi, saya tidak bertahan lama, tidak sampai satu bulan saya sudah izin keluar dari pekerjaan.
Mencuci, Menyetrika et Menjaga Toko
Begitulah perjalanan menjadi PRT. Saya mulai bekerja sebagai PRT sekitar 1989. Wilayah kerja dit sekitar Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di Bantul, Sleman, et Kota Yogyakarta. Selama menjadi PRT, dit terbiasa gonta-ganti majikan. Gonta-ganti majikan itu, bukan karena saya manja. Tapi secara naluriah, sebagai manusia, jenis pekerjaan yang saya geluti sebagai PRT sangat tidak nyaman ; confiture kerja panjang et beban kerja yang berat.
Setelah dipikir berulang, alasan sering ganti majikan itu mungkin juga Karena adanya perlakuan yang tidak baik dari majikan. Karena setiap kerja, dit kerap mengalami ketidakamanan et ketidaknyamanan. Saya mengalami kekerasan psikis, biaisanya dibentak, didiamkan majikan tanpa tahu sebabnya, pernah juga mengalami kekerasan seksual oleh majikan laki-laki.
Selain itu beban and tanggung jawab pekerjaan sangat besar. La routine peut dire que vous devez vous occuper de vous. Pukul 4.30 pagi, saya sudah berada di dapur. Melakukan berbagai aktivitas dari mencuci perabotan rumah tangga hingga pakaian. Ketika matahari mulai terbit saya mengurus anak majikan, mengepel rumah, et semua jenis pekerjaan perawatan rumah. Sekitar pukul 10.00h11.00 à XNUMXhXNUMX malam, pekerjaan saya selesai.
Begitulah rutinitas dit sebagai PRT. Beban pekerjaan bertambah ketika majikan tidak berada di rumah. Secara otomatis dit bertanggung jawab terhadap seisi rumah. Jika majikan pulang larut malam, saya jeu de mots harus siap sedia membukakan pintu. Kadang, majikan jeu de mots meminta disiapkan nasi goreng atau mi.
Di waktu lain, saya pernah menjadi PRT, sekaligus sebagai penjaga toko Sembako. Saya harus bangun pukul 4.00 pages. Semua pekerjaan rumah harus selesai dengan cepat. Sekitar pukul 9.00 pagi saya membuka toko. Prenez Jarang, Karena Belum Sempat Memasak, Harus Menjaga Toko Sambil Memasak.
Pukul 9.00h4.00 malam toko tutup. Tapi saya tidak dapat langsung beristirahat. Saya harus membresihkan toko beserta barang-barangnya. Setelah menyelesaikan pekerjaan di toko, saya bergegas ke ruang dapur. Saya harus mencuci peralatan masak. Confiture totale kerja sebagai PRT et penjaga toko dari pukul 12.00 pagi hingga pukul 4 malam. Saya hanya memiliki waktu istirahat hanya XNUMX jam.
Kadang, Setelah menyelesaikan pekerjaan dapur pun ada pekerjaan tambahan. Biasanya majikan minta dipijat atau dikerokin. "Mbak, nanti ibu minta tolong dikerokin ya!" Saya hanya menjawab, « Iya, Bu ». Meskipun badan dit terasa remuk.
Dari seluruh pekerjaan sebagai PRT, upah saya sangat kecil. Hampir seluruh majikan tidak memberikan waktu libur. Kalau Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri dit hanya libur tiga hari. Biasanya kalau Lebaran ada Tunjangan Hari Raya (THR), tapi saya tidak pernah mendapatkannya.
Itulah kondisi-kondisi yang mendorong saya sering keluar kerja atau gonta-ganti majikan. Jika dihitung, ada sekitar sepuluh kali ganti majikan. Selain Kerja Sebagai PRT, est actuellement en contact avec une supérette et a commencé à faire des achats. Sebagai PRT, seringkali bergantung pada belas kasih majikan. Biasanya, sébagéen PRT menyebutnya dengan, « Untung majikannya baik ». Hal itu menandakan, jika PRT tidak mendapat perlindungan hukum.
Sebenarnya, ketidaknyamanan dalam bekerja tidak semata datang dari majikan. Kadang muncul juga dari teman. Ada teman yang mengolok-olok karena bekerja sebagai PRT. "Bekerja kok di rumah tangga orang, kerja apa itu ? Mendingan di rumah sendiri." "Kalau mau kerja ya di toko, pabrik atau perusahaan gitu lho. Kalau saya sih tidak mau kalau kerja seperti itu, Jum." Karena begitu, saya pernah, bahkan sering menjawab 'kerja di toko atau jaga warung makan', ketika mendapatkan pertanyaan 'kerja di mana ?'
Meskipun selama bekerja sebagai PRT itu mengalami hal-hal yang tidak mengenakan and ketidaknyamanan karena situasi kerja yang sangat tidak layak, namun saya merasakan kebahagiaan juga. Mungkin, bagi orang lain, kebahagiaan saya dapat dianggap biaisa–biasa saja. Jeu de mots Bagaimana, dire merasa senang dapat bekerja sebagai PRT karena dapat membantu meringankan pengeluaran orang tua. Saya pun dapat bertemu dengan teman-teman PRT lain. Non, bersama PRT lain, kami sering bercerita mengenai situasi kerja masing-masing, membuat acara bersama seperti jalan-jalan, lotisan/membuat dan makan lotis bersama, and and belajar membaca al-Qur'an di masjid and warga sekitar tempat kerja dan lainnya.
Sebenarnya, kesempatan belajar al-Coran karena kebetulan saja mendapat majikan yang relatif baik. Majikan laconiquement membre dit kesempatan pour lire al-Qur'an. Je suis membre de l'équipe pour vous aider à dire. Tapi, kalau dari segi upah, beban kerja et jam kerja masih sama dengan majikan yang lainnya.
Il s'agit donc d'un moyen de se rendre au melanjutkan Sekolah Menengah Atas (SMA). Harapan melanjutkan sekolah tersebut, sebenarnya, sudah tersimpan lama. Dan, sebenarnya, keinginan sekolah tersebut, salah satu alasan kuat saya merantau ke kota.
Memang, ketika lulus SMP, dit membayangkan bisa sekolah SMA. Tapi, Karena Kondisi ekonomi keluarga yang serba kekurangan, saya mengurungkan niat sekolah tersebut. Akhirnya, bersyukur saya panjatkan kepada Tuhan karena ternyata majikan mendukung, baik majikan laki-laki maupun perempuan. Majikan laki-laki menyambut baik keinginan saya tersebut, bahkan dia bercerita pernah mengalami hal yang sama, yaitu kerja ikut orang sambil sekolah SMA.
Akhirnya, dit mendaftar sebagai peserta didik di salah satu sekolah di Kota Yogyakarta. Dites jeu de mots menyampaikan kabar baik tersebut ke Ramak et Simbok. Mereka jeu de mots mendukung. Dengan gaji yang saya peroleh tiap bulan, saya bisa melunasi biaya-biaya sekolah selama tiga tahun dengan lancar.
Akhirnya, saya lulus sekolah. Dites un jeu de mots masih bekerja di majikan tersebut selama setahun. Saat itu, saya berpikir to tuk mengundurkan diri. Tapi muncul perasaan tidak enak. Tapi, akhirnya, dit keluar dari tempat kerja tersebut ketika momen Idulfitri. Momentum Lebaran dit de se rendre à la maison, et de faire un grand jeu de mots pour le moment.
Saya sudah berada di kampung sehari sebelum Hari Raya Idulfitri. Saya pun mengatakan kepada mereka, jika saya telah lulus sekolah SMA, sekaligus sudah keluar kerja. Orang tua pun tampak tidak keberatan dengan pilihan saya.
Apakah setelah keluar dari majikan tadi saya berhenti kerja jadi PRT ? Tidak juga. Saya tetap menekuni profesi ini, tapi dengan tempat kerja yang berbeda.
Pernah juga sebelumnya saya and adik saya mencoba membuka warung soto di tempat kakak, di Sleman. Tapi hanya bertahan sekitar tiga hingga enam bulan karena sepi pembeli.
Sekolah PRT
Pada 2003, saya bermain ke salah satu teman saya, yang sama-sama PRT. Namanya, Tari. Dia kerja di wilayah Bantul. Kami pernah sama-sama bekerja di perumahan yang sama. Dari Tari dit que vous avez besoin de PRT et de Serikat PRT Tunas Mulia Yogyakarta.
Vous pourrez ainsi vous en servir gratuitement et en utilisant le PRT. Sekolah PRT a été dirigé par Rumpun Tjoet Nyak Dien (RTND) et Serikat PRT est membre du PRT pendant que le PRT est en place pour le PRT.
Maintenant, dites-le avec sekolah et Serikat PRT ici. Meskipun Tari sudah menjelaskan secara panjang lebar. Kebetulan juga pada malamnya akan ada pertemuan rutin anggota Serikat PRT yang ada di perumahan itu. Dites jeu de mots pour vous aider à perdre ce qui est plus facile à comprendre. Cependant, il y a beaucoup de choses à faire avec Hati, c'est-à-dire un membre du groupe de mots pour vous aider à vous occuper du PRT et du Serikat PRT, qui est le propriétaire de Nitikan Baru, Yogyakarta.
Saat pertama datang di tempat peserta sekolah, muncul perasaan yang bermacam-macam. Meskipun est un terme concis avec PRT-PRT, dit merasa asing, tidak percaya diri, gugup et tidak tahu harus berbuat apa. Tiba-tiba kepala sekolah meminta saya pour memperkenalkan diri. Dengan hati yang gemetar, saya menyebutkan nama et wilayah asal. C'est maintenant que vous dites kali berbicara di depan umum.
Sejak itu, saya mengikuti prose sekolah PRT. Tapi saya lebih banyak mendengarkan. Saya jeu de mots berusaha memahami berbagai materi pelajaran yang disampaikan. Ketika pemateri menyampaikan pelajaran, saya seringkali mengalami kebingungan. Selain itu, saya juga merasa tidak mudah bergaul dengan orang baru. Ketika pulang, saya pun menyampaikan kabar mengikuti sekolah PRT tersebut ke orang tua. Tapi, waktu itu, saya menyebutnya kursus pour PRT.
Dari hari ke hari, sambil bekerja sebagai PRT dit mengikuti sekolah PRT. Prenez le temps, dites telah mengikuti kegiatan sekolah PRT kurang lebih enam bulan. Materi yang saya ikuti tidak hanya tentang kemampuan PRT seperti memasak, cara Membersihkan yang benar, mencuci pakaian, menyetrika, mengasuh anak (baby-sitter) ; Merawat Lansia, et orang berkebutuhan khusus, tapi tentang pendidikan kritis.
Non, dalam pendidikan kritis itu, saya belajar tentang advokasi, tentang Hak Asasi Manusia (HAM), kesehatan reproduksi, tentang berserikat, pengorganisasian, Kekerasan terhadap Perempuan Berbasis Gender (KTPBG), perdagangan orang (trafic), et lain-lain.
Pendidikan kritis juga melatih agar kami terlibat mengawal kasus. Kami mengawal kasus-kasus PRT bersama jaringan. Prenez le temps, pengawalan kasus hingga Pengadilan Negeri. Ketika kasus PRT diproses di Pengadilan Negeri, kami harus rela bolak-balik. Kadang, putusan Pengadilan Negeri tidak memenangkan kasus PRT. Tapi, kami terus menjalaninya.
Jadi, pendant la période de PRT, c'est maintenant hanya teori tapi langsung praktik lapangan.
Biasanya, pendidikan sekolah PRT dilakukan pada Senin hingga Jumat. Pada Sabtu et Minggu biaisanya diisi keterampilan lain, seperti belajar ordinateur, menulis, teater, belajar mengendarai mobil and sepeda motor.
Selain itu, ada pula kegiatan kerja bakti. Non, je suis sûr que vous êtes membre de la direction et que vous êtes membre de la communauté. Karena, de sekolah PRT, a décidé de faire appel à elle pour peserta pendidikan. Kami menyebutnya asrama. Asrama itu diperuntukkan bagi peserta yang sedang tidak bekerja atau libur kerja atau calon PRT yang datang dari kampung nan jauh di luar kota, bahkan ada yang datang dari luar pulau Jawa.
Dari sekolah PRT, kegiatan dilanjutkan ke Serikat PRT Tunas Mulia. Di Serikat PRT Tunas Mulia, saya menyadari betapa banyak persoalan yang dihadapi PRT. Awalnya, saya mengira, bukan sebuah masalah ternyata itu masalah. Misal, tidak mendapat libur mingguan atau sebulan sekali pulang kampung hanya diberi waktu 24 jam, saat Hari Raya hanya mendapat bingkisan kue nastar satu kaleng et sirop satu botol tanpa tambahan apapun, et beaucoupih banyak persoalan lain. Ternyata, c'est ce qu'il y a de mieux avec PRT. Karena PRT adalah pekerja maka semestinya diperlakukan seperti pekerja.
Saya mengikuti pendidikan sekolah PRT kurang lebih enam bulan. Saya termasuk angkatan pertama di sekolah laconique.
Saya melanjutkan untuk bekerja sebagai PRT sambil tetap mengikuti kegiatan di Serikat PRT Tunas Mulia. Karena selain ada pendidikan di sekolah PRT untuk mempersiapkan PRT bekerja, Serikat PRT Tunas Mulia et RTND juga melakukan pendampingan yang diisi dengan diskusi untuk penguatan kapasitas PRT and juga keterampilan terhadap anggota yang berkelompok. Anggota serikat yang berkelompok ini dinamakan dengan Organisasi Pekerja Rumah Tangga (Opéra). Opérez pour le sekitar wilayah kerja setiap PRT.
Le PRT a commencé à organiser l'organisation, ce qui lui a permis de se rendre à Kuliah. Tapi keinginan itu saya simpan dalam hati. Lagi pula saya tidak tahu akan kuliah di mana; et bagaimana cara membiayainya. Sambil mencari informasi tempat kuliah, perlahan, sedikit demi sedikit saya menyisihkan setiap upah yang saya terima sebagai tabungan.
Sekali waktu, di sebuah acara, dit bertemu dengan seorang teman, yang bukan PRT. Dia sedang kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Dia menginformasikan bahwa tempat kuliah tersebut ada jam kuliah di siang hari hingga sore.
Des informations succinctes sur la façon de procéder pour vous aider à vous amuser. Tapi, saya masih ragu, apakah mungkin saya dapat mengikuti kegiatan perkuliahan laconique. Sembari mémantapkan hati saya terus menabung pour segera mendaftar kuliah.
Akhirnya, dit Merasa Yakin pour Kuliah. Pada Akhir 2006, saya resmi mendaftar kuliah. Dites moi le droit des fakultas hukum. Saya Benar-Benar menyiapkan mental pour Kuliah. Bukan sekadar keuangan yang saya siapkan, tapi mental ; jika suatu saat ada yang mencibir, PRT kok kuliah ? Atau saya merasa sombong karena mampu berkuliah. Sekali waktu saya mengatakan ke salah satu mantan staf RTND, "Jo, jika suatu saat saya sudah bisa kuliah et ternyata sombong. Saya minta dengan sangat Jo atau bisa minta tolong teman lain menegur saya atas sikap yang tidak baik itu." Jo pun menyetujui permintaan saya.
Ternyata, menjadi PRT et bisa melanjutkan kuliah itu tetap saja tidak menjadi nilai positif di mata majikan, meskipun majikan itu Kan majikan saya. Kala itu ada teman PRT yang menyampaikan percakapan dia dengan majikannya tentang diri saya yang mampu berkuliah. Majikan laconique dit, "Pembantu saja kok kuliah. Pembantu ya pembantu", tukas majikan laconique seperti ditirukan teman saya. Commenter cela membuat dada saya sesak. Saya berusaha menguatkan diri agar tidak berkecil hati. Saya berusaha membuktikan diri bahwa PRT jeu de mots mampu berkuliah.
Dengan upah sebagai PRT sebesar Rp 250 ribu par bulan, saya berusaha menyisihkan pour membayar kuliah. Kala itu, biaya semestre Rp1 juta par semestre. Di sela-sela kuliah, dit bekerja sebagai PRT. Saya juga actif di Serikat PRT. Pada 2010, dit Lulus Kuliah.
Sebenarnya, harapan belajar di fakultas hukum tidak muluk-muluk. Saya Hanya menginginkan diri Menjadi Lebih Baik. Setidaknya dapat memberikan energi positif kepada diri sendiri dan orang-orang di sekitar pour tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain atau melanggar hukum. Pepatah mengatakan, 'mencegah itu lebih baik daripada mengobati'. Commencez par vous mettre en danger à l'avance.
Sebagai upaya memberikan energi positif ke orang lain, saya pun menjadi salah satu tutor atau guru di lembaga Pendidikan Kesetaraan Lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Griya Mandiri Yogyakarta (Kejar Paket A, B et C, setingkat SD, SMP, SMA). Saya juga bergabung dengan seorang Konsultan dalam Program Perbaikan Sekolah – Peningkatan Kapasitas Sekolah and Partisipasi Masyarakat dalam rangka Perbaikan Mutu Pendidikan Dasar di Kalimantan Selatan ; Gabung menjadi Tim Satuan Tugas (Satgas) à partir de Penanggulangan – Pencegahan terjadinya Kekerasan Terhadap Perempuan et Anak di Kota Yogyakarta.
Pekerja Rumah Tangga Bukan Pembantu
Serikat PRT merupakan wadah perjuangan bersama teman-teman PRT. Melalui Serikat PRT tersebut, kami berjuang agar PRT sale memberikan semangat and memperjuangkan hak-haknya. Masalahnya, bekerja sebagai PRT tidak mendapat perhatian dari negara. Il est positif, mais il y a un certain nombre de Ketenagakerjaan, qui ont beaucoup de choses à faire et qui ont mené le PRT. Undang-Undang laconique mais aussi des membres du secteur industriel formel.
Saya ingin menginformasikan. Di kalangan umum, PRT Sering Disebut Pembantu. Les médias ont beaucoup d'assistance pour vous aider, mais ils sont toujours présents au PRT. Tapi, pour diketahui, septembre 2003, kami berjuang agar istilah pembantu diganti dengan pekerja. Negara maupun majikan tidak mengakui PRT sebagai pekerja.
Pada umumnya, PRT bekerja melebihi jam kerja normal,istirahat yang tidak menentu, tidak memiliki waktu libur, tidak memiliki standar upah minimum, sewaktu-waktu dapat diberhentikan majikan tanpa alasan yang masuk akal, jika dipecat tidak mendapat pesangon. Selain itu, PRT jeu de mots rentan mengalami berbagai bentuk kekerasan dari kekerasan fisik, psikis and sex. PRT jeu de mots rentan menjadi korban perdagangan orang and bentuk-bentuk perbudakan modern lainnya.
Serikat PRT, bersama jaringan local membangun Jaringan Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (JPPRT) DIY. Pada 2004 merintis and mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) bagi PRT di Kota Yogyakarta. Di antara isi Raperda tersebut adalah pengakuan hak PRT untuk mendapat hari libur satu hari dalam seminggu, jam istirahat yang jelas, upah yang layak, beban kerja yang jelas, jam kerja yang jelas, cuti, upah lembur, hak untuk berorganisasi, fasilitas yang layak, jaminan keselamatan kerja et mendapat perjanjian kerja.
Raperda laconique désambute baik oleh Walikota Yogyakarta H. Hery Zudianto. Hery Zudianto mendukung Raperda laconique. Pada 2007, Draf Raperda tersebut sempat dibahas di DPRD Kota Yogyakarta.
Untuk mendesak agar PRT mendapat perlindungan hukum, kami, para PRT and Serikat PRT memperjuangkan Raperda tersebut. Kami melakukan pertemuan demi pertemuan membahas draft Raperda. Dalam setiap pertemuan kami meminta pendapat dari teman-teman PRT, majikan hingga ke masyarakat umum. Selain itu, kami jeu de mots melakukan aksi massa, melakukan audiensi et audience dengan para pejabat yang berkepentingan tentang draft Raperda. Akhirnya, pada 2010, Gubernur DIY mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 31 Tahun 2010 tentang Pekerja Rumah Tangga. Pada 2011, Walikota Yogyakarta pun mengeluarkan Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 48 Tahun 2011 tentang Pekerja Rumah Tangga.
Aujourd'hui, à Yogyakarta, le PRT de la région a été informé de la situation actuelle. En 2004, Melalui Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT), kami mengajukan draf Rancangan Undang-Undang Perlindungan PRT (RUU PPRT). Sebagai PRT yang sudah berserikat saya and an teman-teman PRT terlibat dalam advokasi untuk pengesahan RUU PPRT menjadi UU PPRT.
Perjuangan mendesak agar RUU PPRT disahkan menjadi UU PRT merupakan perjuangan panjang. Il n'y a aucun moyen de se connecter à l'appareil UU PRT. Harapan RUU PPRT yang diajukan ke DPR agar bisa segera dibahas dan disahkan ternyata sangatlah sulit. Karena para pihak yang membahas rancangan peraturan tersebut pada dasarnya adalah para majikan.
Sejak 2004 hingga 2009 RUU PPRT masque Prolegnas. Tapi belum ada pembahasan. Pada 2010, RUU PPRT masuk Prolegnas kembali tapi tidak ada pembahasan. Pada 2011, RUU PPRT masuk prioritas Prolegnas. Komisi 9 membres Panitia Kerja (Panja) RUU PPRT. Pada 2012-2013 a terminé avec Panja RUU PPRT Komisi 9. Mereka pun melakukan studi banding ke Afrika Selatan dan Argentina. Tahun 2013 RUU PPRT masque Baleg pour l'harmonisation. Tahun 2014 Baleg menghentikan Pembahasan. Tapi, RUU PPRT tidak lagi masuk Prolegnas.
Karena Badan Legislasi (Baleg) menghentikan pembahasan maka saya and empat teman saya (Sargini, Lita Anggraini, Ririn Sulastri, Haryati) serta teman-teman lain yang tergabung dalam JALA PRT berunjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Senayan pada Novembre 2014.
Aksi massa kala itu tidak hanya orasi-orasi, membawa peralatan aksi, poster et spanduk, tetapi mogok makan. Kami melakukan mogok makan sebagai bentuk protes terhadap negara yang lalai terhadap kepentingan warganya. Bagi saya pengalaman waktu itu merupakan hal yang tidak pernah terbayangkan. Dan, kami senang menjalaninya. Saat itu, kami menuntut agar RUU PPRT dimasukkan ke dalam prioritas Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2015. Selain itu, kami pun mendesak agar parlemen segera membahas and mengesahkan rancangan laconique.
Esoknya, teman-teman jaringan berkomunikasi dengan salah satu politikus di senayan agar peserta aksi diizinkan bertemu dengan Komisi IX DPR. Pada hari yang sama ternyata datang rombongan besar, yaitu kawan buruh manufacture yang juga melakukan aksi massa. Mereka menuntut kenaikan upah. Mereka jeu de mots membre dukungan terhadap perjuangan pour untuk perlindungan PRT. Dari orasi-orasi yang disampaikan, serikat-serikat buruh manufacture memberikan semangat kepada kami, bahkan mereka melakukan saweran atau an tuk membantu biaya perjalanan kami pulang ke Yogyakarta. Saya merasa senang et terharu dengan dukungan dari serikat-serikat buruh Manufaktur.
Contactez Komisi IX DPR RI jeu de mots terjadi. Kami dipersilakan pour bertemu. Kami menyampaikan aspirasi kami. Kami jeu de mots segera keluar et menemui peserta aksi lainnya et berbagi hasil audiesi. Kali ini aksi mogok makan hanya berlangsung dua hari. Kami segera berbenah et kembali ke lembaga masing-masing. Sedang peserta de Jogja singgah di Kantor JALA PRT. Esok harinya kami menuju Stasiun Pasar Senen pour segera menuju Yogyakarta.
Babak selanjutnya adalah masuknya RUU PPRT menjadi Prolegnas Prioritas. Masuknya RUU PPRT menjadi Prolegnas Prioritas merupakan hasil desakan public, yang dikoordinasikan oleh Jala PRT. Publié le 1er juillet 2020, Baleg memplenokan RUU PPRT menjadi Inisiatif Baleg. Sayangnya, année 2021, Fraksi Golkar et PDIP menolak RUU PPRT masuk Prolegnas. Mereka partage RUU PPRT pour vous aider à obtenir des informations.
Pada Januari 2023 terdapat perkembangan yang cukup bagus. Le 18 janvier 2023, le président du RI Joko Widodo a été membre du PRT d'Indonésie. Setelah pidato tersebut, KSP (Kantor Staf Presiden) membentuk gugus tugas percepatan RUU PPRT. Le président Pun memerintahkan dua menteri pour assurer la coordination du DPR périhal RUU PPRT.
Pada 21 Maret 2023, melalui Rapat Paripurna DPR RI, RUU PPRT ditetapkan sebagai RUU Inisiatif DPR. Kabar laconique mais merupakan kegembiraan tersendiri buat kami. Namun, kegembiraan tersebut belum dapat dirasakan seutuhnya. Hingga octobre 2023, ternyata, belum ada pembahasan RUU PPRT oleh DPR RI.
La gélose Mendesak DPR RI segera membahas mengenai RUU PPRT, serikat-serikat PRT, yang dikoordinasikan oleh Jala PRT, beserta organisasi sipil lainnya melakukan gerakan bersama. Cet antaranya, kami membuat Aksi Rabuan, yang dilakukan serentak di berbagai wilayah di antaranya di Depan DPR RI Jakarta, DPRD DKI Jakarta, DPRD Sumatera Utara, DPRD Sulawesi Selatan, DPRD Semarang et DPRD Yogyakarta.
Le 14 août 2023, kami pun melakukan aksi massa serentak di seluruh wilayah melakukan aksi harian, seperti Aksi Mogok Makan Desak UU PPRT. Date du 31 octobre 2023, aksi massa memasuki hari ke-78. Bersamaan dengan itu pula, Jala PRT bekerjasama dengan Konde.co membuat film kampanye dengan juduldul « Mencari Mbak Puan » yang diluncurkan pada Kamis, 12 octobre 2023 depan gedung DPR RI, Jakarta.
Selain dengan aksi mogok makan, kami dari perwakilan Serikat PRT menjadi bagian tim kampanye JALA PRT. L'affiche montre Tim Kampanye en membuat bahan kampanye berupa affiche, vidéo et légende. Bahan kampanye latsebut diposting secara bergilir oleh 43 orang di media social, seperti Instagram, Facebook, Whatsapp, Twitter et lain-lain. Upaya vous propose des informations détaillées sur la façon dont vous avez besoin de PRT.
Pada awal octobre, Partai Buruh dideklarasikan. Partai yang didirikan pada 1998 ini, kini tampil dengan wajah and kepemimpinan baru. Sebagai bagian dari upaya merebut hak PRT agar diakui sebagai pekerja, JALA PRT jeu de mots bergabung dengan Partai Buruh. Saya pun diberikan mandat pour mendaftar sebagai Calon Legislasi (Caleg) DPR RI. Saya akan bertarung dalam Pemilihan Umum Legislatif du 14 février 2024.
Memasuki dunia politik memang tidak terbayangkan and tidak pernah direncanakan oleh saya. Tapi, sepertinya, jalan ini harus saya tempuh mengingat perjuangan mendapat perlindungan negara kerap terganjal di dewan perwakilan rakyat.
Meski awalnya muncul rasa enggan, namun ketika tugas itu diletakkan di pundak saya, saat itu juga saya harus semaksimal mungkin melakukan upaya layaknya Caleg yang lain pour bisa menjadi wakil rakyat. Namun demikian, sepenuh hati saya menyadari bahwa tidak mudah pour mewujudkan cita-cita tersebut. Entahlah, hasilnya seperti apa tidak saya jadikan beban. Kita tunggu, yang terpenting apapun dilakukan agar PRT segera memiliki perlindungan hukum.
Demikian. Pertempuran kecil masih berlangsung and perang masih panjang and tidak akan pernah selesai selama masih ada penindasan and belum ada perlindungan bagi PRT.
* Tentang Penulis
Jumiyem, yang dikenal sebagai Lek Jum, adalah seorang avocat terkemuka pour hak-hak pekerja rumah tangga. Il est actif dans le cadre du programme Tunas Mulia et Jaringan Advokasi Nasional pour Hak-hak PRT (JALA PRT). Je memegang peran penting di Tim Advokasi/Kampanye and Tim Kampanye Media, di mana ia mendorong berbagai inisiatif penting to Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga di Indonesia.
** Éditorial Catatan
Cet article a été rédigé et publié à partir de cet article, qui est décourageant pour la Revue asiatique du travail. Versi asli dalam Bahasa Indonesia berjudul "PRT Berjuang Mendapat Perlindungan and Pengakuan sebagai Pekerja", diterbitkan oleh Lembaga Informasi Perburuhan Sedane (LIPS) pada tahun 2024. Artikel ini merupakan bagian dari seri "Berpencar, Bergerak! Pergolakan Perlawanan Harian Buruh di Delapan Sektor Industri » par le programme « Buruh Menulis Perlawanan ».
